Mbah Wiro Wengker Tekankan Nilai Guyub dan Rukun dalam Kopdar Pengurus DPC SWI Mojokerto Raya

Suara Warga, MOJOKERTO – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan kopi darat (kopdar) Pengurus DPC Suara Warga Indonesia (SWI) Mojokerto Raya yang digelar pada 2 Juni 2026 di Pendopo Tlasih 87. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, pertemuan tersebut juga diisi dengan wejangan yang sarat makna dari pengasuh Pendopo Tlasih 87, Abdul Rahman atau yang akrab disapa Mbah Wiro Wengker.

Dalam kesempatan itu, Mbah Wiro Wengker mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja atau jumlah anggota, tetapi juga oleh kekuatan hubungan antar pengurus dan anggota.

“Organisasi akan berjalan dengan baik apabila pemimpin dan anggotanya mampu mengamalkan falsafah Jawa, yakni guyub dan rukun,” ujarnya di hadapan peserta kopdar.

Pria yang dikenal dengan callsign SW35ABI tersebut menegaskan bahwa kedua nilai tersebut tidak bisa dipisahkan. Guyub mencerminkan semangat kebersamaan dan saling mendukung, sementara rukun menjadi landasan terciptanya keharmonisan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Menurutnya, kebersamaan tanpa kerukunan tidak akan menghasilkan perjalanan organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh pengurus dan anggota SWI Mojokerto Raya diharapkan menjadikan dua prinsip tersebut sebagai pedoman dalam setiap langkah organisasi.

“Jadi dua kata, guyub dan rukun harus menjadi pegangan bagi seluruh pengurus dan anggota,” tuturnya dengan nada serius.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan maupun latar belakang merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, apabila seluruh anggota mampu menjaga semangat persaudaraan dan saling menghormati, maka setiap tantangan dapat dihadapi bersama.

Menutup pesannya, Mbah Wiro Wengker mengajak seluruh keluarga besar SWI Mojokerto Raya untuk terus memperkuat solidaritas dan menjaga kekompakan.

“Ayo bangun keguyuban dan kerukunan,” pesannya sebelum mengakhiri sambutan.

Wejangan tersebut mendapat perhatian dari para peserta kopdar dan menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada semangat persatuan yang tumbuh di antara seluruh anggotanya. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Mbah Wiro Wengker Tekankan Nilai Guyub dan Rukun dalam Kopdar Pengurus DPC SWI Mojokerto Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *