Ketua Harian DPP SWI; Pengurus Wajib Hadir Diacara Pelantikan

PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Suara Warga Indonesia (SWI) menegaskan pentingnya kehadiran seluruh pengurus yang akan menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dalam agenda penyerahan SK yang akan digelar di Padepokan Tlasih 87, Mojokerto yang berlangsung pada tanggal 29 Juni 2026.

Ketua Harian DPP Suara Warga Indonesia, Adipati Guntur, menekankan bahwa seluruh pengurus yang namanya tercantum dalam kepengurusan wajib hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda penyerahan SK bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tonggak penting dalam perjalanan organisasi.

“Seluruh pengurus yang akan menerima SK wajib hadir (Ketua, Sekretaris, bendahara, dan Humas). Ini adalah momen bersejarah bagi kita semua sekaligus bentuk penghormatan terhadap amanah organisasi yang diberikan,” tegas Adipati Guntur yang dikenal dengan Callsign SW35SW.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut DPP SWI akan menyerahkan Surat Keputusan kepada empat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Jawa Timur, yakni DPC Mojokerto Raya, DPC Banyuwangi, DPC Kota Madiun, dan DPC Malang.

“Penyerahan SK ini menjadi bukti resmi bahwa kepengurusan yang terbentuk telah mendapatkan legitimasi organisasi untuk menjalankan roda kepemimpinan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Adipati Guntur, pelantikan maupun penyerahan SK memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar pengukuhan kepengurusan. Kegiatan tersebut menjadi simbol lahirnya komitmen bersama untuk membangun organisasi yang kuat, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menambahkan, kehadiran pengurus dalam acara tersebut juga mencerminkan tingkat keseriusan, tanggung jawab, dan loyalitas terhadap organisasi. Sebab, setiap pengurus yang menerima amanah dituntut tidak hanya memiliki nama dalam struktur kepengurusan, tetapi juga kesiapan untuk bekerja dan berkontribusi bagi kemajuan SWI.

“Organisasi yang besar dibangun oleh pengurus yang memiliki kesetiaan, kebersamaan, dan komitmen kuat. Karena itu, momentum penyerahan SK harus dimaknai sebagai awal perjuangan bersama untuk membesarkan Suara Warga Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antar-pengurus dari berbagai daerah. Dengan terjalinnya hubungan yang solid, program-program organisasi akan lebih mudah dijalankan secara terarah dan berkesinambungan.

Penyerahan SK kepada empat DPC di Jawa Timur diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat daerah. DPP SWI juga berharap seluruh pengurus yang telah menerima amanah dapat menjaga nama baik organisasi, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta tetap setia pada visi dan misi perjuangan Suara Warga Indonesia.

“Kesetiaan kepada organisasi bukan hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi melalui kehadiran, kerja nyata, dan kontribusi yang berkelanjutan. Dari sinilah organisasi akan tumbuh kuat dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Adipati Guntur.

Ketua Harian DPP SWI; Pengurus Wajib Hadir Diacara Pelantikan 

Ketua Umum SWI Apresiasi Penegakan Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi BGN

 

SURABAYA – Ketua Umum Suara Warga Indonesia (SWI), Cak Sade, menyampaikan rasa syukur atas terungkapnya dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, langkah tegas aparat penegak hukum menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan korupsi harus terus berjalan tanpa pandang bulu.

Cak Sade juga memberikan apresiasi kepada pihak Kejaksaan Agung yang berhasil mengungkap kasus tersebut hingga menetapkan sejumlah tersangka dari jajaran pimpinan BGN. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menginginkan pengelolaan anggaran negara berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Kami bersyukur kasus ini berhasil diungkap. Ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum tetap bekerja dan berkomitmen menindak siapa pun yang diduga menyalahgunakan kewenangannya,” ujar Cak Sade, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten akan memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

“Semangat pemberantasan korupsi harus terus dijaga. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Jika terbukti melanggar hukum, maka harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap pengungkapan kasus tersebut menjadi motivasi bagi aparat penegak hukum untuk terus memburu dan menindak para pelaku korupsi di berbagai sektor.

“Jangan pernah lelah memberantas korupsi. Rakyat menaruh harapan besar agar uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Dugaan Kasus yang Menjerat Mantan Pimpinan BGN

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026.

Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam pengadaan sejumlah barang yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan program MBG, antara lain pengadaan motor listrik, tablet, televisi, dan perlengkapan lainnya.

Selain itu, para tersangka juga diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Dugaan tersebut menimbulkan konflik kepentingan karena yayasan yang terkait dengan pejabat BGN ikut memperoleh keuntungan dari program yang berada di bawah pengawasan mereka sendiri.

Kejaksaan Agung menyatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun 2025–2026 dan saat ini masih melakukan pengembangan penyidikan, termasuk perhitungan kerugian keuangan negara.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional dengan alokasi anggaran yang sangat besar dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Ketua Umum SWI Apresiasi Penegakan Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi BGN

Mbah Wiro Wengker Tekankan Nilai Guyub dan Rukun dalam Kopdar Pengurus DPC SWI Mojokerto Raya

Suara Warga, MOJOKERTO – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan kopi darat (kopdar) Pengurus DPC Suara Warga Indonesia (SWI) Mojokerto Raya yang digelar pada 2 Juni 2026 di Pendopo Tlasih 87. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, pertemuan tersebut juga diisi dengan wejangan yang sarat makna dari pengasuh Pendopo Tlasih 87, Abdul Rahman atau yang akrab disapa Mbah Wiro Wengker.

Dalam kesempatan itu, Mbah Wiro Wengker mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja atau jumlah anggota, tetapi juga oleh kekuatan hubungan antar pengurus dan anggota.

“Organisasi akan berjalan dengan baik apabila pemimpin dan anggotanya mampu mengamalkan falsafah Jawa, yakni guyub dan rukun,” ujarnya di hadapan peserta kopdar.

Pria yang dikenal dengan callsign SW35ABI tersebut menegaskan bahwa kedua nilai tersebut tidak bisa dipisahkan. Guyub mencerminkan semangat kebersamaan dan saling mendukung, sementara rukun menjadi landasan terciptanya keharmonisan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Menurutnya, kebersamaan tanpa kerukunan tidak akan menghasilkan perjalanan organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh pengurus dan anggota SWI Mojokerto Raya diharapkan menjadikan dua prinsip tersebut sebagai pedoman dalam setiap langkah organisasi.

“Jadi dua kata, guyub dan rukun harus menjadi pegangan bagi seluruh pengurus dan anggota,” tuturnya dengan nada serius.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan maupun latar belakang merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, apabila seluruh anggota mampu menjaga semangat persaudaraan dan saling menghormati, maka setiap tantangan dapat dihadapi bersama.

Menutup pesannya, Mbah Wiro Wengker mengajak seluruh keluarga besar SWI Mojokerto Raya untuk terus memperkuat solidaritas dan menjaga kekompakan.

“Ayo bangun keguyuban dan kerukunan,” pesannya sebelum mengakhiri sambutan.

Wejangan tersebut mendapat perhatian dari para peserta kopdar dan menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada semangat persatuan yang tumbuh di antara seluruh anggotanya. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Mbah Wiro Wengker Tekankan Nilai Guyub dan Rukun dalam Kopdar Pengurus DPC SWI Mojokerto Raya

Tunjukkan Tren Positif, Breaker Mojokerto Fokus Pembentukan Pengurus

 

Suara Warga, Mojokerto – Komunitas breaker yang tergabung dalam KANAL Suara Warga Indonesia (SWI) di Kabupaten/Kota Mojokerto menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, tercatat lebih dari 30 breaker telah resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) SWI.

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan jaringan komunikasi komunitas di wilayah yang dikenal memiliki sejarah panjang sebagai bekas pusat pemerintahan kerajaan besar di Nusantara itu. Saat ini, fokus utama para anggota diarahkan pada pembentukan struktur kepengurusan tingkat kabupaten.

Hal tersebut disampaikan Nanang Mardiyanto dengan callsign SW35JCR. Ia menyebut proses pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SWI Kabupaten Mojokerto telah memasuki tahap finalisasi.

“Untuk pembentukan ini kami akan berkoordinasi dengan Ketua Harian, Pak Adipati Guntur (SW35SW),” ujar Nanang.

Nanang yang digadang sebagai calon Sekretaris DPC SWI Kabupaten Mojokerto menjelaskan, susunan inti kepengurusan sementara telah disepakati bersama. Sugeng Prayitno (SW35TWL) dipercaya menempati posisi Ketua, sementara Nanang Mardiyanto (SW35CJR) sebagai Sekretaris, dan Suriyono (SW35YYN) mengemban tugas Bendahara.

“Untuk konsep kepengurusan Mojokerto sudah oke,” katanya singkat.

Tidak hanya membentuk struktur inti, SWI Mojokerto juga menyiapkan jajaran humas yang dinilai mampu memperkuat komunikasi organisasi dengan anggota maupun masyarakat luas.

Beberapa nama yang masuk dalam jajaran humas antara lain Siamto (SW35MJK), Suni Kristanti (SW35KRS), dan Moch Khoiron (SW35ELC).

“Tiga humas ini kami siapkan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi organisasi,” pungkasnya.

Sumber : Rajawarta.com

Tunjukkan Tren Positif, Breaker Mojokerto Fokus Pembentukan Pengurus

Breaker Asal Madiun: Enak di Suara Warga, Gak Ribet!

 

Suara Warga, Madiun – Komunitas komunikasi radio Kanal Suara Warga mulai menjadi pilihan baru bagi sejumlah breaker dari berbagai wilayah. Kenyamanan dalam berkomunikasi serta suasana kanal yang dinilai lebih santai menjadi alasan utama para anggota bergabung.

Salah satu breaker yang resmi bergabung adalah Ruli Agus Pratama dengan callsign SW35GBM. Ia mengaku merasa lebih nyaman saat beraktivitas di Kanal Suara Warga dibandingkan sejumlah kanal lain yang pernah diikutinya.

“Enak di sini, gak ribet,” ujar SW35GBM singkat saat berbincang di kanal.

Sebelumnya, Ruli mengungkapkan dirinya sempat berkelana dan mencoba berbagai kanal komunikasi. Namun setelah cukup lama mencari tempat yang sesuai, ia akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Kanal Suara Warga.

Menurutnya, suasana kekeluargaan dan komunikasi yang lebih sederhana menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran anggota-anggota baru seperti SW35GBM juga menunjukkan bahwa Kanal Suara Warga mulai mendapat perhatian dan kepercayaan dari kalangan breaker.

Dengan bertambahnya anggota baru, Kanal Suara Warga diharapkan terus menjadi wadah komunikasi yang nyaman, solid, dan terbuka bagi seluruh breaker. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Breaker Asal Madiun: Enak di Suara Warga, Gak Ribet!

Suara Warga Resmi Kantongi Akte dan AHU Kementerian Hukum

 

Suara Warga, Surabaya — Organisasi SUARA WARGA INDONESIA resmi menerima dokumen Akta Pendirian Organisasi beserta pengesahan Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan Nomor AHU-0033292.AH.01.07/2026 pada Sabtu, 17 Mei 2028 pukul 19.30 WIB.

Dua dokumen penting tersebut diterima langsung oleh SW35ABA dengan Operator Cak Sade di Kantor DPP SUARA WARGA INDONESIA yang berlokasi di Perum Taman Indah 6/59, Sidoarjo.

Penerimaan akta dan AHU tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi dalam memperkuat legalitas sekaligus memperluas peran sosial di tengah masyarakat.

“Akte dan AHU Menteri Hukum saya terima. Ini pertanda keberhasilan ikhtiar kita bersama,” ujar Cak Sade yang juga Ketua Umum SUARA WARGA

Menurutnya, keberhasilan memperoleh legalitas organisasi merupakan hasil dari kerja sama dan semangat kebersamaan seluruh pihak yang selama ini ikut mendukung berdirinya SUARA WARGA INDONESIA.

Ia pun mengajak seluruh anggota serta calon pengurus di berbagai daerah untuk terus bekerja keras dalam membesarkan organisasi yang lahir dengan semangat persatuan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Saya mengajak semua Calon pengurus dan anggota bergandengan tangan, dan solid untuk kebersamaan kita,” pungkasnya.

Dengan diterbitkannya akta pendirian dan AHU tersebut, SUARA WARGA INDONESIA diharapkan dapat semakin aktif menjalankan program organisasi serta memperkuat jaringan kepengurusan di berbagai wilayah Indonesia. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Suara Warga Resmi Kantongi Akte dan AHU Kementerian Hukum

Breaker Legend Banyuwangi Kini Bergabung ke Kanal Suara Warga

 

Suara Warga Banyuwangi – Nama Muhammad Untung sudah tidak asing lagi di kalangan komunitas radio komunikasi, khususnya para breaker di Banyuwangi dan sekitarnya. Pria asal Muncar ini dikenal sebagai sosok yang aktif dan berpengalaman dalam dunia komunikasi radio sejak lama.

Perjalanan Untung di dunia komunikasi dimulai dari berbagai organisasi radio ternama seperti RAPI dan ORARI. Berkat dedikasi dan konsistensinya, namanya dikenal luas tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia di kalangan para breaker.

Seiring berkembangnya teknologi digital, dunia komunikasi radio juga mengalami perubahan. Para breaker kini mulai beralih menggunakan aplikasi komunikasi berbasis internet untuk tetap menjaga konektivitas dan menyalurkan hobi mereka. Untung pun mengikuti perkembangan tersebut.

Dari berbagai platform digital yang pernah dicobanya, Untung akhirnya memilih aplikasi Zello dan bergabung bersama kanal Suara Warga. Menurutnya, Suara Warga menjadi wadah yang mampu menampung aspirasi serta mempererat silaturahmi antarbreaker di era digital saat ini.

“Saya merasa nyaman dan aman karena Suara Warga berbadan hukum. Selain itu, komunitasnya juga solid dan memberikan ruang positif bagi para breaker untuk tetap aktif berkomunikasi,” ujar Untung.

Bergabungnya Muhammad Untung ke Suara Warga menjadi warna baru bagi komunitas tersebut. Pengalaman dan kiprahnya di dunia komunikasi radio diharapkan dapat memberikan semangat serta inspirasi bagi anggota lain, khususnya generasi muda yang mulai mengenal dunia breaker melalui platform digital.

Di Suara Warga pria asal Muncar Banyuwangi ini, kini bercallsign SW35MU. Berkat dedikasinya, pria dengan 4 putra ini didapuk menjadi ketua DPC Kabupaten Banyuwangi. Dia berharap, berharap, Kanal yang digetulinya (Suara Warga) bisa berkembang menjadi salah satu kanal komunikasi digital yang aktif digunakan masyarakat untuk berbagi informasi, mempererat persaudaraan, dan menjaga eksistensi budaya komunikasi para breaker di tengah modernisasi teknologi. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Breaker Legend Banyuwangi Kini Bergabung ke Kanal Suara Warga

Perluas Cakrawala, Kanal Suara Warga Mulai Bedah Isu Strategis Nasional

 

Suara Warga, Surabaya – Kanal Suara Warga Indonesia menunjukkan transformasi signifikan dalam peranannya sebagai wadah aspirasi publik. Mengusung salah satu taglinenya “Suara Bersama Untuk Indonesia”, komunitas ini mulai berfokus membedah isu-isu krusial terkait masa depan bangsa dan kebijakan strategis pemerintah.

Dalam obrolan ringan pagi ini, sejumlah anggota kanal terlibat dalam pembahasan serius mengenai dinamika nasional. Beberapa topik hangat yang menjadi sorotan utama di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fokus pada Edukasi dan Wawasan

Operator kanal, Adhipati Guntur (SW35SW), mengonfirmasi bahwa arah pembicaraan di forum tersebut kini memang lebih diarahkan pada program-program pemerintah yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

“Kanal Suara Warga saat ini aktif membicarakan program pemerintah, mulai dari persoalan MBG hingga kenaikan harga BBM. Kami ingin ruang ini menjadi tempat yang produktif,” ungkap Adhipati.

Pria yang didapuk sebagai, Ketua Harian Suara Warga menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya perspektif para anggota agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, penting bagi setiap individu di dalam kanal untuk memiliki literasi yang baik terhadap isu nasional.

Bukan Keputusan Organisasi

Meski diskusi berlangsung hangat dan mendalam, pihak pengelola memberikan catatan penting terkait status pembicaraan tersebut. Seluruh dialektika yang terjadi di dalam kanal bersifat murni sebagai ruang diskusi dan penyerapan aspirasi.

“Perlu digarisbawahi, obrolan di kanal bukan merupakan keputusan resmi organisasi. Setiap isu yang berkembang akan kami tangkap, dirangkum, dan nantinya dibawa ke forum pengurus untuk dibahas lebih lanjut secara formal,” tegas sang Ketua Harian.

Langkah Kanal Suara Warga ini dinilai sebagai upaya positif dalam menghidupkan iklim demokrasi digital yang sehat, di mana warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga kritis terhadap arah kebijakan pembangunan nasional. (*)

Sumber : Rajawarta.com

Perluas Cakrawala, Kanal Suara Warga Mulai Bedah Isu Strategis Nasional

SUARA WARGA Makin Menggema, Komunitas Digital Ini Mulai Dilirik di Berbagai Daerah

 

Suara Warga, Surabaya – Perkembangan komunitas berbasis platform digital Suara Warga menunjukkan tren yang semakin positif. Meski tumbuh secara bertahap, kanal komunikasi yang mengusung tagline “Kanal Milik Kita Bersama” ini mulai mendapat tempat di hati para penggemarnya di berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Probolinggo, Gresik, Mojokerto, hingga Banyuwangi dilaporkan mulai aktif bergabung dan meramaikan kanal tersebut. Tak hanya itu, gaung komunitas ini bahkan mulai terdengar hingga ke luar Pulau Jawa, menandakan ekspansi yang cukup pesat dalam waktu relatif singkat.

Keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas dan kerja keras tim di balik layar. Salah satu tokoh yang berperan penting adalah pemilik callsign SW35SW, dengan operator Adhipati Guntur, yang konsisten mengembangkan jaringan komunikasi dan memperluas jangkauan komunitas.

Kontribusi besar juga datang dari SW35MU yang dioperasikan oleh M. Untung asal Muncar, Banyuwangi. Dalam perjalanannya, ia tidak bekerja sendiri. Dukungan dari sejumlah breaker berpengalaman seperti SW35IMM, SW35WBR, dan SW35LIN turut memperkuat aktivitas kanal ini. Meski usia komunitas ini belum genap lima bulan, jangkauannya telah meluas hingga lintas pulau.

Perkembangan signifikan juga terlihat di wilayah Mojokerto. Dalam hitungan hari, kanal yang digagas oleh SW35ABA dengan operator Cak Sade berhasil menarik banyak anggota baru. Antusiasme tersebut ditandai dengan bergabungnya sejumlah tokoh lokal seperti SW35KRS, JCR, SW35TWL, dan lainnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang komunikasi alternatif berbasis komunitas masih sangat tinggi. Dengan pertumbuhan yang konsisten dan dukungan dari berbagai daerah, Suara Warga berpotensi menjadi salah satu kanal komunikasi digital yang berpengaruh di Indonesia ke depannya. (*)

Sumber : Rajawarta.com

SUARA WARGA Makin Menggema, Komunitas Digital Ini Mulai Dilirik di Berbagai Daerah